Monday, December 17, 2007
Gerak Langkah Pendekar Pilangbangau
Setia Hati Terate Pelopori Silat Adu Bebas Profesional
Profil Persaudaraan Setia Hati Terate
- Tahun 1950, Ketua Pusat oleh Mohammad Irsyad.· Tahun 1974, Ketua Pusat oleh RM Imam Koesoepangat.
- Tahun 1977-1984, Ketua Dewan Pusat oleh RM Imam Koesoepangat dan Ketua Umum Pusat oleh Badini.
- Tahun 1985, Ketua Dewan Pusat oleh RM Imam Koesoepangat dan Ketua Umum Pusat oleh Tarmadji Boedi Harsono.
- Tahun 1988, Ketua Dewan Pusat RM Imam Koesoepangat meninggal dunia dan PSHT dipimpin oleh Ketua Umum Tarmadji Boedi Hardjono sampai sekarang.
Untuk menjadi saudara pada Persaudaraan Setia Hati "Terate" ini, sebelumnya seseorang itu terlebih dahulu harus mengikuti pencak silat dasar yang dimulai dari sabuk hitam, merah muda, hijau dan putih kecil. Pada tahap ini seseorang tersebut disebut sebagai siswa atau calon saudara. Selama dalam proses latihan pencak silat, seorang pelatih/warga (saudara SH) juga memberikan pelajaran dasar ke-SH-an secara umum kepada para siswa.
Setelah menamatkan pencak silat dasar tersebut, seseorang yang dianggap sebagai warga atau saudara SH adalah apabila ia telah melakukan pengesahan yang dikecer oleh Dewan Pengesahan. Dewan pengesahan ini termasuk saudara SH yang "terbaik dari yang terbaik" yang dipilih melalui musyawarah saudara-saudara SH. Proses kecer tersebut berlangsung pada bulan Syura. Adapun sarat yang harus disediakan dalam pengeceran antara lain: Ayam jago, mori, pisang, sirih, dan lain sebagainya sarat-sarat yang telah ditentukan.Dalam proses pengeceran ini, kandidat diberi pengisian dan gemblengan jasmani dan rohani dan ilmu ke-SH-an serta petuah-petuah, petunjuk-petunjuk secara mendalam dan luas. Saudara SH yang baru disahkan tersebut, dalam tingkatan ilmu disebut sebagai saudara tingkat I (erste trap).
Pada Persaudaraan Setia Hati Terate juga dibagi dalam tiga jenis tingkatan saudara yaitu saudara SH Tingkat I (ester trap), Tingkat II (twede trap), tingkat III (derde trap).Pada Persaudaraan Setia Hati Terate diajarkan 36 jurus pencak silat yang merupakan warisan dari Ki Ngabei Soerodiwirjo di erste trap serta pelajaran ilmu ke-SH-an yang dapat diperoleh pada tingkatan twede trap dan derde trap. Jurus-jurus tersebut merupakan ramuan dari beberapa aliran pencak silat yang berada di nusantara, di antaranya dari Jawa Barat, Betawi (Jakarta), dan Minangkabau.
Khadang SH Terate tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan di beberapa negara seperti Belanda, Perancis, Belgia, Jerman, Amerika Serikat, Australia, Malaysia, Singapura, Vietnam, Brunei Darussalam. Secara administratif mulai dirintis pencatatan jumlah saudara pada tahun 1986. Sehingga jumlah saudara mulai tahun 1986 - 1999 sebanyak 108.267
Kebangkitan Kembali Persaudaraan Setia Hati Terate Rayon Pandu

Pada awalnya, PSHT Pandu ini diikuti oleh ratusan siswa. Namun seiring beratnya latihan, akhirnya satu per satu siswa pun berguguran. Jangankan sampai sabuk hijau atau putih, bahkan men jadi Warga Tingkat I, sampai sabuk jambon pun mereka sudah mulai berguguran. Sejak tahun ajaran 1996/1997, Persaudaraan Setia Hati Terate ranting Pandu sudah mulai mengukir prestasi dengan mengikuti event-event pertandingan yang cukup bergengsi, di antaranya PORDA Jawa Barat untuk kelas Junior, Piala Wali Kota antar perguruan se Kota Bogor.
Pada bulan Oktober 1996, PSHT Pandu mengirimkan 8 atlet untuk mengikuti PORDA Jawa Barat kelas junior. Semua atlet yang dikirim adalah siswa sabuk jambon. Diikuti oleh 237 cabang perguruan. Dari 8 atlet yang diturunkan, 1 atlet mendapatkan medali emas, 2 atlet mendapatkan medali perak, dan 3 atlet mendapatkan perunggu. Sementara 2 atlet lainnya hanya mendapatkan pengalaman bertempur saja.
Kejayaan PSHT Pandu tidak terlepas dari Mas-Mas Pelatih yang super, di antaranya Mas Edi Sulistyo, M.Pd. Beliau adalah warga dari Ngawi, disyahkan tahun 1983. Beliau juga merupakan atlet Ngawi. Kemudian Mas Drs. Joko Prawoto, kakak kandung Mas Edi Sulityo, warga tahun 1975. Mas Aneng Iskandar, Dipl., yang kebetulan juga guru PPKn di Pandu, adalah warga asli Bogor disyahkan tahun 1987.
Selain ketiga Mas-Mas warga di atas, Mas Drs. Joko Wibowono, warga asli Semarang disyahkan tahun 1984, yang juga atlet PON, juga sangat aktif dan berperan besar dalam perkembangan Persaudaraan Setia Hati Terate.
Seiring kesibukan masing-masing pelatih, sehingga kurangnya waktu untuk melatih, maka untuk sementara waktu PSHT Pandu vakum selama 4 tahun, yaitu mulai tahun 2002 - 2006. Tahun 2007 adalah awal kebangkitan kembali. Saya sendiri, yang kebetulan menulis ini, dulu adalah siswa PSHT Pandu yang menjadi warga angkatan pertama di Sekolah Pandu, dan kebetulan sekarang saya bertugas mengajar bahasa Inggris di sini, disyahkan tahun 1998, bersama dengan Mas Nurdin, SE, Mas Adi, Mas Endang Fatoni.
Saat ini PSHT Pandu mulai dibangkitkan kembali dengan dua orang pelatih inti yaitu saya sendiri dan Mas Zaenal Mustopa, warga syah-syahan tahun 2003 asal Kecamatan Bandung, Kabupaten Tulungangung. Hingga saat ini, siswa yang tercatat aktif sebanyak 54 orang. 53 siswa di antaranya baru saja menyelesaikan ujian kenaikan tingkat dari PRAPOLOS ke POLOS tanggal 15 - 16 Desember 2007 kemarin.
"JAYALAH PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE".
- Siro diro joyo ningrat, lebur dening pangastuti
- Sepiro Gedening Sengsoro yen tinompo amung dadi cobo.
PSHT selalu Memayu Hayuning Bawono.